MAKALAH
JARINGAN NIRKABEL
Disusun guna
memenuhi tugas mata kuliah Teknik Komputer Jaringan
Di
susun oleh :
Nama : Arif Maulana Malik (1102412084)
Dosen
Pengampu: Bpk. Septia Lutfi
KURIKULUM
DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2013
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah Mata Kuliah “Teknik Komputer Jaringan”
ini dengan judul “ Jaringan Nirkabel”
dengan semaksimal mungkin. Makalah ini saya susun dalam rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan oleh
bapak Septia Lutfi sebagai dosen Mata Kuliah “Teknik
Komputer Jaringan”.
Walaupun
sebenarnya Saya menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu saya sebagai penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini.
Selain itu tidak lupa penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik
materi maupun dukungannya dalam penulisan makalah ini.
Akhir
kata penulis mengucapkan terimakasih semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.
Semarang , 26 Oktober 2014
Penulis
Teknologi komunikasi seakan benda
hidup yang selalu tumbuh dan berkembang tiada titik jenuh untuk mengalami
peningkatan dari waktu ke waktunya. Dimulai dari alat yang tradisional untuk
berkomunikasi seperti surat dan telegram lama-kelamaan beralih ke benda yang
dikenal dengan telepon. Sepertinya manusia juga tak pernah puas untuk
mengembangkan kemampuannya, muncullah benda yang lebih mutakhir dan dapat
mempermudah segala proses komunikasi dengan orang lain yaitu telpon gengam .
Wireless (teknologi berbasis gelombang radio) inilah yang menjadikan telepon
seluler menjadi alat penyalur informasi tanpa menggunakan kabel. Wireless
adalah teknologi yang tidak lagi menggunakan kabel (nirkabel).
Sejarah jaringan Nirkabel dan
jaringan nirkabel bergandengan tangan. Tanpa penemuan teknologi seperti Radio,
teknologi nirkabel tidak akan ada di hari ini semua. Sejarah jaringan nirkabel
berjalan sejauh 1800-an dengan munculnya gelombang radio. Munculnya teknologi
yang lebih tumbuh sepanjang tahun dan diperluas untuk apa yang kita
berkomunikasi dengan hari ini.
Pada 1888, sebuah Hamburg, Jerman
lahir fisikawan bernama Heinrich Rudolf Herz menghasilkan gelombang radio
pertama yang pernah. Dengan 1894 ini produksi gelombang radio menjadi cara
komunikasi. Kabel telegraf digunakan untuk menerima gelombang radio dalam
bentuk sinyal. Herz membuka jalan untuk radio, televisi radar, dan dengan
penemuan gelombang elektromagnetik. Seorang penemu Italia bernama Marchese
Guglielmo Marconi kemudian memperluas radius gelombang radio untuk mengirim dua
mil, menjadi "ayah dari radio." Dengan 1899, ini bentuk
telekomunikasi dapat melakukan perjalanan cukup jauh untuk waktu. Marconi bisa
mengirim sinyal 9 mil melintasi Selat Bristol. Dia akhirnya diperluas radiusnya
ke 31 mil melintasi Selat Inggris ke Prancis. Pada 1901 area komunikasi menjadi
sangat besar. Marconi bisa mengirim sinyal melintasi Samudra Atlantik
keseluruhan.
Perang Dunia II menjadi batu
loncatan besar bagi gelombang radio. Para Amerika Serikat merupakan partai
pertama yang menggunakan gelombang radio untuk transmisi data selama perang.
Ini menggunakan gelombang radio bisa sangat mungkin memenangkan perang bagi
Amerika. Penggunaan timbal gelombang radio komunikasi data ke banyak spekulasi
apakah sinyal radio dapat diperluas menjadi sesuatu yang lebih besar daripada
saat itu. Pada tahun 1971, sekelompok peneliti di bawah pimpinan Norman
Abramson, di University of Hawaii, menciptakan pertama
"packet-switched" komunikasi radio jaringan berjudul "Alohanet."
Alohanet adalah nirkabel pertama jaringan area lokal, atau dikenal sebagai
WLAN. WLAN pertama tidak banyak, tapi itu adalah penemuan yang besar. WLAN
Alohanet itu terdiri dari tujuh komputer yang dikomunikasikan satu sama lain.
Pada tahun 1972, Alohanet terhubung dengan sistem WLAN Arpanet di daratan. Ini
adalah panjang menghubungkan ground breaking dalam telekomunikasi antara
komputer.
Hal inilah yang menjadi cikal bakal
perkembangan jaringan nirkabel hingga sekarang.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah
ini adalah untuk mebahas mengenai Jaringan Nirkabel Dan hal-hal lain mengenai
jaringan Nirkabel. Agar selanjutnya dapat dibaca dan
bermanfaat bagi yang lain.
A. Pengertian
Jaringan Nirkabel
Jaringan nirkabel (wireless network) adalah bidang disiplin yang
berkaitan dengan komunikasi antar sistem (computer) tanpa menggunakan kabel.
Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak
yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak
jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi,
teknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang populer dalam
kategori jaringan nirkabel ini meliputi: Jaringan kawasan lokal nirkabel
(wireless LAN/WLAN), dan Wi-Fi.
Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan
sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel,
seperti: gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya infra merah.
Pada
tahun 1970 Norman Abramson, seorang profesor di University of Hawaii,
mengembangkan komputer pertama di dunia jaringan komunikasi, ALOHAnet,
menggunakan biaya rendah seperti ham-radio. Dengan bi-directional topologi
bintang, sistem komputer yang terhubung tujuh ditempatkan lebih dari empat
pulau untuk berkomunikasi dengan komputer pusat di Pulau Oahu tanpa menggunakan
saluran telepon.
"Pada tahun 1979, FR Gfeller dan U. Bapst menerbitkan makalah di
Proceedings IEEE pelaporan percobaan jaringan area lokal nirkabel menggunakan
komunikasi infra merah disebarkan. Tak lama kemudian, pada tahun 1980, P.
Ferrert melaporkan percobaan penerapan kode satu radio spread spectrum untuk
komunikasi di terminal nirkabel IEEE Konferensi Telekomunikasi Nasional. Pada
tahun 1984, perbandingan antara infra merah dan CDMA spread spectrum untuk
komunikasi jaringan informasi kantor nirkabel diterbitkan oleh IEEE Kaveh
Pahlavan di Jaringan Komputer Simposium yang muncul kemudian dalam IEEE
Communication Society Magazine.
Pada bulan Mei 1985, upaya Marcus memimpin FCC untuk mengumumkan ISM
band eksperimental untuk aplikasi komersial teknologi spread spectrum.
Belakangan, M. Kavehrad melaporkan percobaan sistem PBX nirkabel kode
menggunakan Division Multiple Access. Upaya-upaya ini mendorong kegiatan
industri yang signifikan dalam pengembangan dari generasi baru dari jaringan
area lokal nirkabel dan diperbarui beberapa lama diskusi di radio portabel dan
mobile industri.
Generasi pertama dari modem data nirkabel dikembangkan pada awal
1980-an oleh operator radio amatir, yang sering disebut sebagai radio paket
ini. Mereka menambahkan komunikasi data pita suara modem, dengan kecepatan data
di bawah 9.600-bit / s, untuk yang sudah ada sistem radio jarak pendek,
biasanya dalam dua meter band amatir. Generasi kedua modem nirkabel
dikembangkan FCC segera setelah pengumuman di band eksperimental untuk
non-militer penggunaan spektrum penyebaran teknologi. Modem ini memiliki
kecepatan data yang diberikan atas perintah ratusan kbit / s. Generasi ketiga
modem nirkabel ditujukan untuk kompatibilitas dengan LAN yang ada dengan data
tingkat atas perintah Mbit / s. Beberapa perusahaan yang mengembangkan
produk-produk generasi ketiga dengan kecepatan data diatas 1 Mbit / s dan
beberapa produk sudah diumumkan oleh waktu pertama IEEE Workshop on Wireless L
B. Sejarah
Perkembangan Jaringan Nirkabel
Teknologi komunikasi seakan benda hidup yang selalu tumbuh dan
berkembang tiada titik jenuh untuk mengalami peningkatan dari waktu ke waktunya.
Dimulai dari alat yang tradisional untuk berkomunikasi seperti surat dan
telegram lama-kelamaan beralih ke benda yang dikenal dengan telepon. Sepertinya
manusia juga tak pernah puas untuk mengembangkan kemampuannya, muncullah benda
yang lebih mutakhir dan dapat mempermudah segala proses komunikasi dengan orang
lain seperti benda kecil dan ringan yang ada dalam genggaman kita yang dapat
dibawa kemana saja yaitu handphone atau telepon seluler. Kalau diingat-ingat
lagi dulu di sepanjang jalan berderet telepon umum atau wartel, tapi sekarang
semenjak kehadiran telepon seluler semua sarana tersebut sudah tidak digunakan
lagi karena kebanyakan orang sudah beralih pada ‘si mungil’ lengkap dengan
teknologi wirelessnya. Wireless (teknologi berbasis gelombang radio) inilah
yang menjadikan telepon seluler menjadi alat penyalur informasi tanpa
menggunakan kabel. Wirelessadalah teknologi yang tidak lagi menggunakan kabel.
Coba bayangkan kalau kita masih menggunakan telepon kabel? Akankah kita
kemana-mana membawa telepon beserta kabelnya? Atau dapatkah kita menghubungi
kerabat kita jika kita berada di puncak gunung tanpa harus membawa sambungan
kabel?
Telepon genggam juga tidak luput dari perkembangan, dimulai dari
Advanced Mobile Phone Services(AMPS) menjadi generasi pertama (1G) yang
diciptakan dan diujicobakan di awal tahun 1980an. AMPS merupakan teknologi yang
ditujukan untuk layanan telepon selular karena menggunakan energi yang lebih
sedikit, akses lebih cepat, dan menggunakan kembali frekuensi pada
bandwidthyang sesuai. Untuk base stasion receiving AMPS bekerja di frekuensi
800 MHz, 821 – 849 MHz sedangkan base
station transmitting pada 869 – 894 MHZ. Namun sayang, para ahli tidak
memperkirakan permintaan pasar yang tinggi terhadap teknologi ini. Pengguna
semakin banyak namun frekuensi tidak dapat bertambah, akibatnya banyak pengguna
yang kesulitan mendapatkan sinyal dan malah selalu mendapat sinyal sibuk
terutama di daerah metropolitan karena AMPS masih menggunakan teknologi analog.
Selanjutnya berkembang frequency division multiple access (FDMA) yang
menggunakan teknologi akses ganda (multiple acsess technologies) dimana membagi
spektrum gelombang sehingga masing-masing pengguna diberikan frekuensi
tertentu. FDMA memang fungsional dalam teknologi telepon seluler tapi dianggap
tidak efisien dalam menggunakan spektrum karena satu pengguna memakan satu slot
frekuensi selama melakukan panggilan. Selanjutnya FDMA lebih digunakan dalam
gelombang mikro dan transmisi satelit saja dan digantikan oleh teknologi TDMA
(Time Division Multiple Access) yang dapat menggunakan frekuensi yang lebih
besar. Pengguna dipisahkan berdasarkan waktu panggilan. Jika dalam FDMA
spektrum gelombang dibagi ke dalam kanal-kanal frekuensi yang di setiap kanal
dibagi lagi menjadi slot waktu sekitar 10 m/s. Di TDMA, data dari setiap
hubungan komunikasi itu akan diubah ke dalam format digital lalu data cuplikan
tersebut mendapat slot waktu pengiriman pada kanal sekitar 30 m/s. Dengan
kemampuan ini, TDMA dapat melayani pengguna tiga sampai lima kali lipat lebih
banyak daripada FDMA. TDMA biasanya digunakan pada jaringan GSM (Global System
for Mobile Communication) dimana penggunanya dapat bepergian dari satu negara
ke negara lainnya tanpa khawatir mengalami masalah koneksi telepon seluler.
Meskipun GSM sebenarnya dianggap sudah canggih namun, ada kesenjangan
antara Eropa dan Amerika dalam mengembangkan aplikasi nirkabel. Amerika Serikat
tidak ingin mengaplikasikan GSM karena sindrom NIH (not invented here). Semakin
berkembang lagi, dikenal istilah General Packet Radio Service atau GPRS yang
memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dan bandwidthyang besar
daripada teknologi Circuit Switch Data atau CSD dengan biaya yang lebih murah.
GPRS berbasis pada GSM dan menyediakan konektivitas internet dari telepon
seluler. Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah GGSN yang menghubungkan
jaringan GSM ke jaringan internet, SGSN sebagai penghubung jaringan BSS/BTS ke
jaringan GPRS serta PCU yaitu komponen di level BSS yang menghubungkan terminal
ke jaringan GPRS EDGE
atau Enhanced Data rates for GSM Environment, adalah teknologi pengembangan
dari teknologi GSM dan GPRS. Dari segi jaringan intinya, EDGE dan GPRS
menggunakan peralatan dan protokol yang sama namun, hanya berbeda dari segi
radio aksesnya saja. Teknologi ini menyampaikan data dengan cepat, berkisar
sampai 384 kbps dan menawarkan bandwidth yang berbeda sesuai dengan permintaan.
Di sisi lain, teknologi akses ganda yang dianggap paling canggih saat
ini adalah code division multiple access (CDMA) yang dikembangkan oleh
Qualcomm. Awalnya dirancang untuk alat komunikasi kemiliteran seperti untuk
komunikasi yang aman dan rahasia di medan perang. Prinsip dari CDMA adalah
meskipun pengguna berada dalam segmen waktu dan frekuensi yang sama (tidak dibagi
ke dalam kanal), namun setiap pengguna dibedakan dengan kode-kode
orthogonaltertentu yang sifatnya untik dan khas. Diibaratkan kita berada dalam
keramaian dimana semua orang berbicara dalam waktu yang sama. Namun hanya kita
dan teman kita saja yang bahasanya sama, jadi kita tetap dapat leluasa
berbicara tanpa merasa terganggu dengan keramaian yang ada. Dengan kata lain,
pengguna CDMA hanya dapat menerima sinyal dari orang yang dituju. CDMA memiliki
kapasitas pengguna lima sampai tujuh kali lebih besar daripada TDMA dan dua
puluh lima kali lebih besar daripada FDMA dengan bandwidth yang sama.
Time Division Synchronous Code Division Multiple Access (TD SCDMA)
adalah teknologi yang berbasis 3G. Yang membedakan TD SCDMA dengan CDMA yang
lain adalah penggunaan time division duplexing (TDD) – teknologi yang
memungkinkan pengguna melakukan pertukaran informasi di dalam frekuensi yang
sama. Sedangkan 3G CDMA menggunakan frequency division duplexing (FDD), yang
menuntut penggunaan dua frekuensi yang berbeda ketika bertukar data. TDD
dianggap lebih efisien dalam menanggulangi
kecepatan data yang berubah-ubah atau tidak konstan. Namun di lain pihak FFF
memiliki efisiensi dalam lalu lintas data yang konstan dan memerlukan tenaga
yang lebih sedikit.
High-Speed Packet Downlink Access atau HSPDA adalah protokol telepon
seluler yang merupakan pengembangan teknologi 3,5G. Dengan teknologi ini,
penggunan mampu mengakses internet dengan lebih cepat sehingga setara seperti
jika kita menggunakan Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL) untuk
internet di rumah. Teknologi ini juga mampu menanggulangi kemacetan atau
kepadatan saat pengunduhan data yang dapat memperlambat konektivitas. Selain
itu, berbagai aplikasi interaktif (dynamic application) dapat dijalankan tanpa
hambatan serta mampu meningkatkan kapasitas sistem tanpa perlu menambah
frekuensi sehingga mengurangi biaya.
MTSO
atau Mobile Telephone Switching Office adalah pusat dari mobile switching
(pemindahan darimobile ke landline atau unit nirkabel lainnya yang melibatkan
sistem dan koneksi nirkabel yang sangat kompleks yaitu Field monitoring dan
relay stations yang digunakan sebagai pemindah panggilan dari/ke cell site
dengan PSTN (Public Switch Telephone Network). Di dalam MTSO terdapat MSC
(Mobile Switching Center) yang dapat mengendalikan perpindahan jaringan
tersebut. MSC mengirimkan Mobile Base Station (MBSs) dan akan dikirimkan
melalui Public Switched Telephone Network (PSTN). MBSs inilah yang bertanggung
jawab agar pesan dapat diterima melalui teknologi TDMA dan GSM yang digunakan
oleh pengguna.
MSC ini mengontrol panggilan, billing, dan lokasi pelanggan cell site
dengan sistem antena. Selain itu MSC juga berfungsi sebagai penghubung antara
satu jaringan GSM dengan jaringan lainnya melalui Internetworking Function
(IWF). Mobile Switchingdilengkapi dengan HLR (Home Location Register) sebagai
penyimpan semua informasi/data mengenai pelanggan tetap, VLR (Visitor Location
Register) untuk menyimpan informasi/data pelanggan saat melakukan roaming dan
AuC (Authentication Center) untuk menyimpan semua informasi terkait keabsahan
pelanggan, serta EIR (Equiptment Identity Register) untuk menyimpan nomor
identitas pelanggan.
Antena merupakan elemen sirkuit yang pada saat transmisi dapat merubah
sinyal menjadi gelombang radio untuk mengumpulkan energi elektromagnetik
sehingga dapat diterima menjadi rangkaian kode tertentu. Empat aspek yang
dimiliki antena yaitu Reciprocity – semua antena sifatnya sama meski digunakan
untuk menerima ataupun mengirim energi elektromagnetik;Polarization : antena
penerima dan pengirim mempunyai polarisasi yang sama; Radiation Field –tercipta
di sekeliling antena dan memengaruhi transmisi sinyal; Antenna Gain – banyaknya
kekuatan antena untuk menerima energi elektromagnetik.
Smart Antenna adalah kombinasi beberapa elemen antena dengan kemampuan
pengolahan sinyal yang dapat mencari sendiri frekuensi yang diinginkan. Antenna
gain diperbesar sehingga frekuensi yang diserap dapat maksimal. Contohnya
sistem radar untuk pelacakan sasaran. Hal utama yang menjadikan suatu sistem
antena menjadi smart, adalah kemampuannya untuk mengestimasi sudut kedatangan
sinyal atau Angel of Arrival (AOA). Biaya yang digunakan menjadi lebih efisien
karena rendahnya konsumsi kekuatan dalam amplifier dan mempunyai reliabilitas
tinggi. Smart antennasmemisahkan pengguna dengan Space Division Multiple Access
(SDMA) atau pemisahan ruang. Dua kategori smart antennas, yaitu Switched Lobe
(SL) yang berbentuk beams ganda, dan Adaptive Array(AA) yang melacak berbagai
tipe sinyal yang meminimalisir interferensi dan memaksimalisasi penerimaan
sinyal yang diinginkan. Fitur yang menonjol dalam smart antennas adalah signal
gain, interference rejection, spatial diversity, power efficiency.
Microwave Signals merupakan sinyal yang dipergunakan dalam teknologi
satelit serta memilikibandwidth yang sangat besar. Radio dan televisi merupakan
contoh pemanfaatan teknologi ini. Namun, dengan kapasitasnya yang sangat besar
seringkali terjadi overload (penumpukan) frekuensi. Selain itu, sulitnya
peralatan, mudah terkena gangguan cuaca terutama pada saat hujan deras/absorpsi
hujan, distorsi, pemudaran pada peralatan, distorsi dan pemudaran menjadi
rintangan teknologi ini. Komponen dari sistem gelombang mikro ini adalah modem
digital, unit RF, dan antenna. Modem digital memodulasi sinyal informasi
menjadi unit RF yang kemudian meneruskan sinyal tersebut ke antena. Engineering
Issues for Microwave Signaling adalah isu terkait dengan gelombang mikro, yaitu
keragaman ruang, keragaman frekuensi, hot standby, dan koneksi PRI yang harus
dipertimbangkan dalam penempatan gelombang mikro.
Saat ini dikenal istilah 4G yang akan menggantikan posisi 3G dan 3,5G
karena dianggap lebih efisien. 4G dilengkapi dengan teknologi software-defined
radio (SDR) receiver, Orthogonal frequency division multiplexing access
(OFDMA), dan teknologi Multiple-Input at Multiple-Output (MIMO). Kelebihannya
terdapat pada tingkat transmisi yang lebih cepat dan protokol data yang lebih
banyak bahkan bisa mengangkut data sepuluh sampai limapuluh kali lebih banyak
dari 3G. Namun teknologi ini masih belum dapat terealisasikan mengingat provider
harus menyediakan layanan dengan kapasitas yang tinggi pula. Selain itu,
teknologi ini mengalami hambatan dalam hal harga, akses universal, dan
kecepatan.
Setelah munculnya 4G yang dengan yakin diperkirakan akan menggantikan
3G dan 3,5G apakah akan ada lagi generasi-generasi wireless lagi yang lebih
canggih dan mampu menghilangkan kelemahan-kelemahan dari teknologi wireless
yang ada sebelumnya? Kita nantikan saja.
C. Jnis-Jenis Jaringan Nirkabel
Teknologi jaringan nierkabel merupakan transfer informasi antara dua atau lebih titik yang tidak
terhubung secara fisik. Jaringan
nierkabel ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaanya. Kelebihan
dari jaringan ini yaitu lebih mudah dalam proses instalasi, area kerja yang
luas, serta kebebasan dalam beraktivitas. Kelebihan dari teknologi nierkabel
ini yaitu lebih mahal, delay besar,dan
tata keamanan tidak terjaga.
Jenis-
jenis dari jaringan nierkabel yaitu sebagai berikut :
1. Wireless Wide Area Network ( WWAN)
Wireless Wide Area Network (WWAN) Merupakan
jenis jaringan nierkabel yang mencakup daerah yang luas seperti kota atau
negara. Penggunaan WWAN ini melalui beberapa satelit atau antena .
2. Wireless Local Area Networz
Wireless Local Area Network ( WLAN) merupakan
teknologi nerkabel yang mencakup satu area yang sifatnya local, seperti dalam
satu gedung.
3. Wireless Personal Area Nework (WPAN)
Wireless Personal Area Network (WPAN)
merupakan teknologi jaringan nierkabel hanya dapat menjangkau area yang dekat.
Contohnya Bluetooth dan infrared
D. Alat dan Cara Kerjanya
1. Inframerah
Inframerah menggunakan gelombang cahaya yang memiliki frekuensi yang
lebih rendah daripada yang diterima oleh mata manusia. Inframerah ini digunakan
pada kebanyakan sistem remote kontrol oleh televisi. Komunikasi inframerah
cukup cepat dan tidak membutuhkan biaya yang relative mahal untuk
berkoneksi,dan dengan inframerah , kita dapat mengetahui bahwa pesan yang kita
kirim akan sampai pada orang yang diinginkan meskipun dalam satu ruangan
terdapat banyak penerima inframerah.
Akan tetapi, inframeah ini memiliki kekurangan yaitu hanya bisa
dilakukan searah saja, seperti contoh pada saat kita mengirim data antara
komputer dengan laptop. Komunikasi dengan menggunakan media inframerah ini,
tidak bisa menembus gedung, namun bisa menembus ketika melewati mika
transparaan.
2. Bluetooth
Bluetooth merupakan teknologi
yang memungkinkan dua perangkat saling terhubung tanpa menggunakan kabel dan
saluran yang tidak terlihat. Cara kerja dari Bluetooth ini yaitu dengan
memiliki memiliki sistem Bluetooth didalam alat komunikasi yang digunakan dan
juga ada dua perangkat sebagai pengirim dan penerima data dari Bluetooth.
Kelebihan dari Bluetooth ini
yaitu selain biayanya relative lebih murah, Bluetooth dapat mengirimkan data
lebih cepat daripada inframerah.Bluetooth juga bisa menembus tembok sekalipun.
Jadi, semisal kita mengirimkan data dari luar ruangan dengan menggunakan
bluetooth, masih bisa dijangkau asalkan radiusnya tidak lebih dari 10 meter
3. Wifi
Wifi merupakan salah satu jaringan nierkabel . Wifi ini banyak
digunakan oleh masyarakat karena tersedia di banyak tempat. Sinyal wifi ini
tidak berkoneksi dengan transfer data. Sinyal wifi mempengaruhi kuat kemahnya
terhubung dengan jaringan. Kelebihan wifi ini yaitu mudah di akses dan lebih
murah. Namun wifi ini dapat mengganggu perangkat komunikasi yang lain seperti
komunikasi radio yang bekerja dalam frekuensi yang sama.
Perlengkapan
yang digunakan dalam penggunakan media komunikasi wifi :
a.
Access point
Access point ini berfungsi mengatur lalu
lintas data ( pusat transfer data). Kelebihan dari yaitu transfer data lebih cepat, areanya
lebih luas,pengaturan dan keamanan data lebih terjamin. Access point ini
biasany digunakan untuk hotspot wifi dan perkantoran yang memerlukan stbilitas
dan keamanan data.
b.
Ad-Hoc
Ad-Hoc merupakan koneksi antar device wifi
peer too peer. Kelemahan Ad-Hoc ini yaitu bila pengguna wifi terhubung terlalu
banyak,maka transfer data menjadi lambat. Keuntungan dari Ad-Hoc ini yaitu lebih
murah dan praktis.
E.
Keamanan Jaringan Nirkabel
Penggunaan jaringan Internet yang kian marak dewasa ini telah
mendorong pertumbuhan teknologi koneksi jaringan Internet itu sendiri, sehingga
kemudian lahirlah suatu teknologi jaringan nirkabel (Wireless Network), yang
sangat memudahkan penggunanya dalam mengakses Internet. Namun begitu ada
beberapa hal yang harus diperhatikan agar dalam penggunaan jaringan nirkabel
ini dapat berjalan dengan aman.
Lahirnya Jaringan Nirkabel untuk Rumah
Dahulu komputer lebih dianggap sebagai sebuah kemewahan daripada
sebuah kebutuhan. Hanya orang-orang kaya dan beruntung saja yang dapat
mempunyai sebuah komputer, sedangkan jaringan merupakan hal yang hanya dapat
disediakan untuk perusahaan besar.
Namun sejalan dengan kemajuan yang pesat pada dekade ini, maka sekarang
setiap orang masing-masing dapat mempunyai komputernya sendiri. Seperti yang
banyak kita temui, biasa nya setiap orang tua mempunyai komputernya sendiri,
begitu pula dengan si anak dapat mempunyai komputernya sendiri walaupun mungkin
hanya digunakan untuk bermain dan mengerjakan tugas-tugas sekolah. Para
pengguna rumahan juga telah berkembang dari yang semula tidak mempunyai akses
Internet, kemudian mulai memakai koneksi dial-up Internet dengan kecepatan 9600
kbps melebihi 56 kbps dial up akses, dan kini berkembang menjadi koneksi
broadband menyaingi koneksi T1 yang sering dinikmati orang saat bekerja.
Sebagaimana Internet dan World Wide Web telah menjadi trend dalam
kebudayaan kita dan menggantikan format media massa lainnya dalam menyampaikan
informasi yang dicari, mulai dari informasi pemberitaan, olahraga, cuaca,
resep, yellow pages (buku telepon), dan masih banyak hal lainnya yang
kesemuanya itu merupakan sebuah cara baru, bukan hanya dalam pemakaian komputer
di dalam rumah, tapi juga dalam hal pemakaian koneksi Internet.
Sementara
itu perusahaan perangkat keras maupun perangkat lunak kini telah menawarkan
berbagai solusi yang memungkinkan para pemakai Internet di rumah saling berbagi
koneksi antara lebih dari dua komputer. Meskipun semua komputer tersebut harus
terhubung jaringan.
Untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya biasanya
membutuhkan berbagai macam media fisik, seperti kabel telepon, kabel coaxial,
ataupun kabel CAT5 kabel telegram yang ada di mana-mana. Namun baru-baru ini
telah ditemukan cara baru pemakaian Internet tanpa menggunakan berbagai macam
media penghubung terseut, teknologi ini kini lazim disebut koneksi jaringan
Nirkabel (tanpa kabel). Pemakaian Internet dengan menggunakan koneksi jaringan
nirkabel ini tentu saja sangat memudahkan pemakainya dalam mengakses Internet,
tanpa melalui proses installasi dan pemasangan kabel yang memusingkan.
Adapun susunan koneksi jaringan nirkabel ini sangat sederhana. Koneksi
Internet masuk dari Internet Provider kemudian dihubungkan dengan suatu titik
penerus akses nirkabel atau router yang memancarkan sinyal. Ketika Anda terhubung
dengan memakai kartu atau antena jaringan nirkabel untuk menerima sinyal,
begitu pula sebaliknya, maka koneksi Anda telah berhasil.
Masalah
yang sering timbul pada saat menikmati koneksi sinyal nirkabel ini adalah
sulitnya mengetahui sampai sejauh mana sinyal ini dapat diterima. Jika sinyal
tersebut dapat ditangkap dari lantai atas sebuah kantor, maka seharusnya juga
dapat ditangkap dari basement yang berada 100 kaki di bawah tanah. Ini dapat
saja membuat seorang hacker mencari celah dari koneksi nirkabel tersebut untuk
mendapatkan berbagai informasi penting mengenai Anda.
Namun itu bukan berarti tidak menyarankan penggunaan jaringan
nirkabel. Hanya saja Anda harus cermat dalam menggunakan jaringan nirkabel ini,
serta mengambil beberapa pencegahan dasar agar pemakaian teknologi ini dapat
benar-benar aman. Berikut ini merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat
dijalankan untuk mengamankan jaringan nirkabel:
1. Ubah Sistim ID (Identitas)
Biasanya suatu layanan nirkabel dilengkapi dengan suatu standart
pengamanan identitas atau yang sering disebut SSID (Service Set Identifier) or
ESSID (Extended Service Set Identifier). Sangat mudah bagi seorang hacker untuk
mencari tahu identitas default dari suatu layanan atau jaringan, jadi sebaiknya
Anda segera mengubahnya menjadi suatu identitas yang unik, yang tidak mudah
ditebak orang lain.
2. Mematikan identitas Pemancar
Dengan mengumumkan kepada umum bahwa Anda memiliki suatu jaringan
nirkabel akan membuat para hacker penasaran untuk membobol jaringan nirkabel
Anda. Mempunyai suatu jaringan nirkabel bukan berarti harus memberitahukannya
kepada semua orang. Periksalah secara manual perangkat keras yang Anda pakai
untuk jaringan nirkabel tersebut, dan pelajarilah bagaimana cara mematikannya.
3. Sediakan Enkripsi
WEP (Wired Equivalent Privacy) and WPA (Wi-Fi Protected Access) dapat
meng-enkripsi data Anda sehingga hanya penerima saja yang diharapkan dapat
membaca data tersebut. WEP (Wired Equivalent Privacy) mempunyai banyak
kelemahan yang membuatnya mudah disusupi. Kunci 128-bit hanya mempunyai tingkat
pencapaian yang relatif rendah tanpa peningkatan keamanan yang signifikan,
sedangkan untuk 40-bit atau 64-bit pada beberapa perlengkapan lainnya,
mempunyai enkripsi yang sama baiknya. Dengan cara pengamanan yang standart saja
pastilah tetap akan mudah bagi hacker untuk menyusup, namun dengan cara
enkripsi ini pastilah akan membuat jaringan Anda lebih aman dari hacker. Jika
memungkinkan, ada baiknya untuk menggunakan enkripsi WPA (peralatan yang lebih
tua dapat diupgrade terlebih dahulu agar compatible dengan WPA). WPA dapat
sangat menjanjikan dalam menjamin keamanan jaringan nirkabel Anda, namun masih
tetap dapat dikalahkan oleh serangan DOS (denial of services).
4. Membatasi Dari Penggunaan trafiic yang tidak
perlu
Banyak router jaringan kabel maupun nirkabel yang dilengkapi
firewalls. Bukan bermaksud mengedepankan firewalls, namun firewalls telah
membantu dalam pertahanan keamanan jaringan. Bacalah petunjuk manual dari
perangkat keras Anda dan pelajarilah cara pengaturan konfigurasi router Anda,
sehingga hanya traffic yang sudah seijin Anda saja yang dapat dijalankan.
5. Ubalah
“Kata Sandi” default
Atministrator milik anda
Hal ini baik untuk semua penggunaan perangkat keras maupun perangkat
lunak. Kata sandi default sangat mudah disalahgunakan, terutama oleh para
hacker. Oleh karena itu sebaiknya ubahlah kata sandi Anda, hindari penggunaan
kata dari hal-hal pribadi Anda yang mudah diketahui orang, seperti nama
belakang, tanggal lahir, dan sebagainya.
6. Kunci dan lindungilah Komputer anda
Hal ini merupakan cara pengamanan terakhir untuk komputer Anda.
Gunakanlah firewall, perangkat lunak Anti Virus, Zone Alarm, dan lain
sebagainya. Setidaknya setiap satu minggu perbaharuilah Anti Virus yang Anda pakai.
F. Kelebihan
Dan Kekuranagan Jarigan Nirkabel (Wifi)
Keunggulan Penggunaan Jaringan Nirkabel
Kemudahan kerja menggunakan jaringan
nirkabel membuat orang mulai berpaling kearah ini yang sering kita kenal dengan
jaringan nirkabel atau wireless atau yang lebih akrab disebut dengan Wi-Fi.
Mengapa banyak orang menggunakan hal tersebut?
Hal ini
disebabkan banyak kemudahan, sebagai berikut :
1. Kebebasanberaktivitas
jika
anda bekerja dalam sebuah jaringan nirkabel, maka bisa bekerja dilokasi manapun
yang anda kehendaki. Jadi, anda tidak terpancang disatu titik saja. Kebebasan
penggunaan komputerini seperti halnya ketika anda menggunakan telepon genggam
yang bisa digunakan dimana saja. Anda bisa bekerja di radius kemampuan jaringan
tersebut secara bebas.
2. Kemudahan Proses Instalasi
Selain kebebasan beraktivitas, anda
juga tidak memerlukan kabel untuk menghubungkan dua atau beberapa komputer.
Maka dengan demkian pekerjaan instalasipun menjadi lebih ringan karena tidak
perlu mengulur kabel, membuat lubang ditembok atau memanjat bangunan.
3. Area Kerja Yang Luas
Diakui atau tidak, jaringan
menggunakan kabel masih memiliki keterbatasanterutama jika anda ingin bekerja
diluar ruangan, karena tentusaja kabel-kabel tidak bisa menjelajah wilayah
tersebut. Berbeda denganjaringan nirkabel. Anda dapat bekerja dengan lebih
leluasa hingga keluar ruangan sebatas radius kemampuan nirkabel tersebut.
Kekurangan jaringan Nirkabel
Walaupun jaringan nirkabel menawarkan berbagai kemudahan dalam
penggunaannya tapi ada beberapa kendala yang akan ditemui
dalam penggunaanjaringan tersebut
diantaranya:
1. Ganguan Gelombang Jaringan
Dalam jaringan nirkabel, data
antara komputer dikirim menggunakan gelombang radio,
karena
itu gelombang radio lainnya bisa mengganggu lalu lintas gelombang radio
jaringan
nirkabel
tersebut, misalnya adalah gelombang microwave ataupun gelombang telepon
nirkabel.
2. Gangguan Keamanan
Kejahatan
bisa terjadi dimana saja, termasuk di halaman rumah atau kantor anda dengan
memanfaatkan jaringan nirkabel tersebut. Terlebih lagi jika anda tidak mengatur
keamanan jaringan nirkabel dengan tepat.Untuk itu perlu dilakukan pengaturan
dan pengamanan yang memadai pada jaringan nirkabel.
3. Konfigurasi yang Lebih Rumit
Jika
anda memilih menggunakan jaringan nirkabel, maka anda tidak lagi direpotkan
dengan urusankabel Tetapi anda akan dihadapkan pada konfigurasi yang rumit,
untuk itu gunakanlah panduan yang tepat dalam melakukan konfigurasi jaringan
nirkabel tersebut.
Standarisasi
Untuk menekan biaya, memastikan
interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi
nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics
Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet
Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU)
telah berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai
contoh, kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi
ditransfer dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi
radio atau infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi
sebaiknya digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi
untuk jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah
power management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada
dunia jaringan nirkabel.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari
pembahasan mengenai Jaringan Nirkabel yaitu:
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
layaknya makluk hidup, teknologi komiunikasi juag akan terus berkembang
terkhususnya wireless Nirkabel, yaitu sistim komunikasi yang dirancang tanpa
menggunakan kabel penghubung.
Perkembangan
ini tentunya memberikan segala kemudahan berkomunikasiataupun mengakses
informasi dalam hidup kita di berbagai
bidang, baik itu bidang pendidikan, informasi, komunikasi, social dan
lain-lain.
Adapun saran
dari penulis adalah apabila kita ingin menggunakan jaringan Nirkabel untuk komputer
kita, sebaiknya menggunakan sistim pengamanan yang telah dibahas dalam
pembahasan I atas, agar komputer kita
dapat terlindungi dengan baik.